orang yang bijak adalah orang yang menyadari kekurangannya

Selasa, 08 Mei 2012

MEDIA PEMBELAJARAN YANG MURAH MERIAH

Pencapaian hasil belajar bahasa Inggris di sekolah pada umumnya masih sangat rendah. Hal ini di sebabkan beberapa faktor diantaranya guru dan siswa.
Guru sangat berperan dalam keberhasilan belajar siswa antara lain faktor pemilihan sgtrategi, metode dan model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar di kelas. Namun pada umumnya guru masih menggunakan teknik dan strategi yang masih konvensional serta kurang kreaktif menarik dalam penggunaan media pembelajaran bahkan masih banyak guru yang kurang mampu menggunakan media pembelajaran dengan baik. Media pembelajaran adalah salah satu faktor yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Karena media pembelajaran berfungsi sebagai perantara atau pengantar pesan dari guru (tenaga pendidik) kepada penerima pesan (peserta didik). Maka dengan penggunaan media yang sesuai dengan karakter materi pelajaran, pembelajaran akan mersa menarik membuat siswa senang dan mpelajaran akan dengan enak diterima peserta didik dan mudah dipahami. Salah satu manfaat dari penggunaan media pembelajaran ialah memungkinkan adanya interaksi langsung perserta didik dengan lingkungannya (sesuai dengan nilai falsafah CTL/Contextual Teaching Learning).
Selain faktor guru yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri. Pengaruh dari siswa antara lain adalah bagaimana ketertarikan siswa, motivasi siswa, rasa senang siswa, respon siswa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil pembelajaran bahsa Inggris siswa pada umumnya masih sangat jauh dari harapan serta sikap siswa dalam menyikapi belajar bahasa Inggris masih sangat rendah
Untuk mengatasi masalah kurangnya kreatif guru dalam membuat media pembelajaran maka penulis mencoba menyampaikan sebuah bentuk media pembelajaran yang sangat sederhana dan murah bahkan tanpa mengeluarkan dana sebagai biaya pembuatan media yaitu media pembelajaran yang berbahan baku kemasan makan cepat saji.
Media pembelajaran kemasan makanan cepat saji dapat meningkatkan partisipasi serta keaktifan peserta didik dalam mengikuti prosew pembelajaran sebab siswalah yang harus menyediakan
Banyak tenaga pendidik atau guru yang merasa kesulitan untuk membuat dan menggunakan media pembelajaran yang pas dan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. Alasannya terbentur masalah dana dan bahan. Padahal media pembelajaran tidak harus sesuatu yang mahal dan dapat menggunakan bahan yang sangat sederhana. Media dapat dibuat dengan biaya rendah atau bahkan tanpa penggunaan dana. Dalam hal ini penulis mencoba memberi solusi masalah yang sering di alami teman-teman guru yakni pemanfaatan barang bekas (terutama kemasan makanan cepat saji) sebagai sumber belajar sekaligus media pembelajaran bahasa Inggris. Maka jika guru mampu mngkreasikan kemasan makanan ini akan menjadikan media pembelajaran yang murah meriah serta memperoleh materi yang bervariasi dan menarik. Hal ini kita juga bisa mengaplikasikan pendidikan karakter cinta lingkungan hidup.
Kemasan makanan terkadang menjadi sampah yang sia-sia dan tidak ada valuenya. Padahal sebahagian besar benda-benda tersebut banyak yang dapat kita manfaatkan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran yang murah meriah. Terutama bagi tenaga pendidik yang mengajar bahasa Inggris di tingkat SMP/MTs.
Salah satu diantara lima genre (Descriptive, Narrative, Recount, Report and Procedure) yang dituntut dalam standard Isi Bahasa Inggris untuk siswa di kelas 7 dan 9 adalah Procedure (Teks Prosedur). Banyak kemasan makanan yang menampilkan informasi sesuai dengan Rhetorical Steps (Langkah-langkah Retorika) yang dituntut dalam sebuah teks prosedur (Goal, Material and Steps) dan terkadang langkah-langkah tersebut tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa Inggris bahkan ada juga yang dilengkapi bahasa Arab (3 bahasa).
Untuk mendapatkan media ini, kita dapat minta kepada peserta didik untuk mencari disekitar tempat tinggalnya. Langkah ini juga sebagai pembelajaran bagi anak untuk peduli dengan lingkungannya dan menanamkan nilai-nilai ‘penemuan’ dan ‘penelitian’ (sesuai falsafah pendekatan inquiri). Anak didik akan berlatih mengidentifikasi kemasan makanan yang memenuhi kriteria yang diharapkan, karena tidak semua kemasan makanan layak pakai untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada genre procedure. Beberapa kemasan yang dapat digunakan adalah kemasan mie instan, agar-agar powder, cereal, soft drink, dll. Kemasan makanan ini sesuai untuk kelas tujuh, tetapi untuk kelas sembilan kita dapat menggunakan petunjuk manual dari beberapa alat elektronik sebagai penyesuaian tingkat kesulitan kosa kata.
Jika kita menggunakan media ini, maka dapat dipadu dengan metode diskusi, berlitz, CTL dan tentu saja model pembelajarannya adalah Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperative).

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More